Misteri Pembunuhan Berantai di Sekolah

Misteri Pembunuhan Berantai di Sekolah

(Panggung menggambarkan suasana sekolah saat pagi hari)
          Mentari pagi bersinar, terlihat siswa dan siswi SMP Harapan Bangsa berdatangan. Duduklah tiga siswi sekolah tersebut sedang berbincang-bincang di dalam kelas mereka. Terdengar mereka sedang membicarakan salah satu teman mereka yang mereka anggap aneh. Namanya Keyra.
Desi : “Rin, Ra! Kalian lihat tidak si Keyra itu? Misterius sekali dia! Setiap hari kerjaannya hanya membaca buku."
Tiara : “Iya, tidak punya teman lagi! Hahaha ..." (mereka berdua pun tertawa)
Rina : “Iih kalian ini kerjanya ngomongin orang saja."
Tiara : “Kamu lihat saja dia! Aneh sekali, tidak punya teman! Dia itu orang atau apa sih? Bicara tidak pernah, atau jangan-jangan dia bisu lagi?."
Desi : “Haha, benar tuh."
Rina : “Terserah kalian deh."
Di sisi lain
Keyra : “Selalu saja mereka membicarakan aku, memangnya tidak ada bahan obrolan lain apa?”. (yang hanya bisa didengar oleh dia sendiri)
Kringgg....!! (bel masuk pun berbunyi)
Desi : “Rin, kamu lihat deh kolong meja si anak aneh itu!"
Rina : “Maksud kamu siapa?."
Desi : “Masa kamu gak tau?, itu loh si Keyra!”
Rina : “Wah dia hebat ya! Buku sebanyak itu, dia baca sendiri."
Desi : “Hebat darimana sih, Rin? Ya jelaslah sendiri, orang dia tidak punya teman."
Rina : “Kamu tidak boleh bicara seperti itu!”
Desi : “Iya deh." (sambil memutar bola matanya malas)
Rina : “Eh, itu si Keyra kenapa?” (melihat Keyra yang gemetaran)
Desi : “Mana? Kesurupan kali!”
“aaaaaaa.........”
Bu Ria : “Kamu kenapa Key?”
Tiara : “Bu, percuma bicara sama dia, dia itu tidak bisa berbicara” (semua murid pun tertawa)
Tiba-tiba terdengar teriakan dari belakang
Bu Ria : “Ada apa Romi?”
Romi : “I...i...ini..Bu..a..a..a..da..darah di jendela kelas kita!” (berbicara dengan gagap)
Bu Ria : “Mana?, tidak ada apa-apa kok."
Romi : “ Tapi tadi ada bu!"
Bu Ria : “Sudahlah kamu berhenti berkhayal”
Romi : “Tapi ...”
Kriingggg....!! (bel istirahat pun berbunyi)
Desi : “Rin, Ra ayo istirahat."
Rina : “Kalian duluan saja! Aku ingin ke perpustakaan dulu.”
Desi : “Oh ya sudah, kami duluan ya Rin.”
Rina : “Iya.” (membalasnya dengan senyuman)
Sementara di tempat lain
Rina : “Hai.”
Keyra : “...”
Rina : “Hai aku Rina.”
Keyra : “Sudah tau.”
Rina : “Kita ke kantin yuk?” (ucapnya dengan penuh senyuman, berharap Keyra akan ikut)
Keyra : “Terserah.”
Di kantin
Rina : “Kamu mau makan apa?, biar aku pesankan.”
Keyra : “Aku mau minum saja.”
Di sisi lain
Tiara : “Des, lihat itu!”
Desi : “Apaan si Ra?”
Tiara : “Itu si Rina kan? Kok sama si anak aneh itu ya?”
Desi : “Eh iya, kita samperin saja yuk.”
Tiara “Ayo.”
Desi : “Heh anak aneh, ngapain kamu dekat-dekat dengan Rina?” (berucap sambil mendorong Keyra)
Rina : “Kalian itu apa-apaan sih?”
Sementara itu Keyra pun meninggalkan perdebatan itu menuju ke kelas
Keyra : “Mereka itu apa-apaan sih?, tadi baik sekarang berantem'” (jalan sambil mengumpat kesal)
Saat ia membuka pintu kelasnya
“aaaaaaaa........”
Rina : “Keyra.. kamu.. ken..” (ucapannya terpotong karena melihat yang ada di depannya)
Desi dan Tiara : “Kita lapor ke Guru!”
Di ruang Guru
Desi : “Pak, Bu di kelas kami terjadi pembunuhan.”
Pak Hardi : “Bagaimana bisa?”
Tiara : “Kami tidak tau, Pak!”
Pak Hardi : “Baiklah ayo kita ke kelas kalian.”
“Rahasiakan keadaan ini!”
Pak Toni : “Siapa yang melakukan ini?”
Tiara : “ Pasti si anak aneh itu. Soalnya tadi saat di kantin dia lari ke kelas.”
Pak Toni : “Benar itu Keyra?”
Keyra : “Tidak Pak.” (menjawabnya dengan gemetar)
Pak Toni : “Bagaimana kronologinya?”
Keyra : “Tadi saya lari ke kelas, lalu saya membuka pintu dan ternyata ada Romi yang sudah terbunuh.”
Tiara : “Jangan bohong kamu, Key! Iya ken Des?, Des?! Eh Desi kemana?”
BRAKK!! TOLONG!!
Semua : “Desi!!”
BRAKKK!!! (bunyi pintu di buka paksa)
Pak Hardi : “Oh, jadi pelaku semua ini adalah Pak Rico?”
Pak Rico : “Jika iya memang kenapa.” (sambil menyunggingkan salah satu sisi bibirnya)
“Kalian semua akan lenyap satu persatu” (sambil mengacungkan pisau)
Tidak!!
__The End__

Komentar

  1. Hallo, Apakah teks ini ad b.ing ny?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru lihat komentarnya. Belum ada nih versi bahasa Inggrisnya. Maaf ya..

      Hapus
  2. Hai kak, aku bisa minta bantuan kakak gak? Aku juga lagi bikin naskah drama yang buat ditampilin dikelas tentang pembunuhan berantai juga kak di sekolah. Tapi aku kesannya bertele tele kak :( Kalo kakak mau bantu, aku dengan senang hati menerimanya kak. Terimakasih ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai..
      Maaf ya aku baru lihat komentar kamu. Tentu saja mau dong.., tapi aku lihat kamu komentar sejak tahun 2018, aku telat huhu
      Maaf ya..

      Hapus

Posting Komentar