Minat dan Jurusan Kuliah yang Berubah di Diri Anak SMA



11 Agustus 2019



Hari apa hari ini?
Ya, hari libur nasional di Indonesia, Idul Adha. Saatnya bagi umat muslim yang mampu untuk berkurban, mengurbankan sapi atau kambing. Lalu apakah aku berkurban?. Tidak atau belum. Kenapa tidak atau belum? Karena ... Tebak saja ya jawabannya.

Lalu apa yang aku lakukan hari ini?
Mengurus berkas. 
Berkas? Berkas apa?
Berkas untuk daftar kuliah ...


Kok baru daftar sekarang sih? Kan sudah bulan Agustus, yang lain saja sudah mulai ospek.
Ya aku telat huhu, jadi bisa dibilang aku ditolak oleh beberapa perguruan tinggi, menyedihkan ya. Awalnya aku daftar kedinasan, namun gagal. Ikut seleksi bersama, tidak diterima juga. 
Terus kuliah di mana?. Awalnya aku sudah mau daftar aja di swasta, tapi masih diskusi tentang biaya dengan keluarga dan ternyata masih ada perguruan tinggi negeri yang buka pendaftaran mandiri dimintalah aku untuk coba di sana karena berpikir biaya kuliah masih tergolong murah dibanding swasta, tapi aku gagal lagi. Karena pengumumannya sudah di akhir bulan Juli, buru buru deh cari perguruan tinggi swasta yang masih buka pendaftaran. Tapi tau gak sih kalian kalau ternyata jurusan yang aku mau ini mahal, selain uang pangkal, semester, sks, ada lagi bayar untuk setiap praktik kecuali memang memiliki mitra rumah sakit.

Lanjut deh, akhirnya aku disarankan oleh orang tuaku untuk daftar di perguruan tinggi yang tidak terlalu jauh dari rumah dan sebenarnya ada jurusan yang aku mau di sana. Namun karena pemikiran yang tadi, aku memilih jurusan lain. Mungkin sekarang kalian sedang bertanya apakah aku gak salah jurusan? Bagaimana kalau gak sesuai minat? Sedih gak ngelepas jurusan yang aku mau?

Apakah aku gak salah jurusan?
Aku pikir sepertinya tidak. Mengapa?
Seperti anak-anak lainnya aku punya mimpi sejak kecil. Nah saat aku SMP mulailah diriku yang labil ini (sampai sekarang juga masih labil sih haha) mencoba hal-hal yang baru. Gak kok, bukan hal-hal yang buruk ya. Mungkin bisa ditebak ya apa "hal" itu. Dan ada satu hal yang membuat aku semakin yakin untuk berkecimpung dalam "hal" itu. Ada organisasi yang aku ikuti mengadakan lomba, aku pun ikut mata lomba yang teman-teman se-organisasiku tidak minati, ya perwakilannya hanya dua orang, aku dan temanku. Entah aku beruntung atau apa, aku menang. Semakin semangat lah aku dengan "hal" itu. Sampai masuk jurusan SMA pun dengan alasan "hal" itu.
Bagus dong harusnya karena sesuai. Awalnya aku pikir begitu, namun setelah aku jalani tidak sepenuhnya sama kawan. Dan lagi ternyata ada satu mata pelajaran yang dihapus, padahal sudah semangat sekali untuk belajar dan menurutku itu pelajaran yang dibutuhkan selain matematika, bahasa, dan sejarah sebagai pelajaran wajib. Tebak apa? TIK, waktu aku SMP namanya TIK, tidak tahu jika di SMA.

Terus terus apakah karena itu aku jadi beralih minat?
Sebenarnya tidak, tapi ya aku menelantarkan blog ini huhu.
Lalu saat SMA impianmu berubah dong?
Bisa dibilang iya!. Kenapa? Beralih jadi apa? Kok bisa?
Saat SMA tuh saatnya labil banget, dengan pikiran meringankan biaya kuliah nanti dan kekhawatiran orang tua "bakal kerja apa aku nanti?" Aku mencoba daftar kedinasan karena gratis dan langsung kerja. Tapi... Aku pendek, gendut, dan gak bisa berenang. Dengan kekuatan nekat aku coba daftar, saat SKD aku lolos ke tahap selanjutnya, dan di tahap itu lah akhir dari aksi nekatku. 

Selain kedinasan, aku juga merubah minatku di perguruan tinggi negeri. Sebenarnya drama Korea juga memicu berubahnya minat aku, aku tertarik dengan dunia itu karena merasa seru (?). Ya aku dengan pikiran bocahku. Gak diterima aku di jurusan tersebut, ditambah lagi jurusannya hanya ada 3 di Indonesia. Apa hubungannya? Gatau deh hehe. Di pilihan selanjutnya juga gak diterima. Oh ya dua-duanya nyambung dengan jurusan kedinasan yang aku mau.

Bagaimana kalau gak sesuai minat?
Sesuai dengan jawaban sebelumya dan hal yang paling lucu adalah jurusan kuliah yang sekarang itu sesuai dengan impian aku saat SMP, bodohnya saat SMA mataku tertutup dengan dua jurusan itu saja di PTN.

Sedih gak ngelepas jurusan yang aku mau?
Sedih sih iya, tapi aku lebih sedih karena ditolak universitas-nya hahaha.

Jadi, sekarang aku sudah terdaftar di perguruan tinggi swasta dengan jurusan yang aku minati saat SMP. Apa masih cocok dengan diriku? Kita lihat saja nanti. Semoga saja aku bisa beradaptasi dan berkembang dengan baik di PTS tersebut ya.

Komentar